Example 728x250
DPRD Provinsi Kaltim

Sarkowi Tekankan Sinergi Gubernur dan Kepala Daerah Demi Kejar Swasembada Pangan Kaltim

366
×

Sarkowi Tekankan Sinergi Gubernur dan Kepala Daerah Demi Kejar Swasembada Pangan Kaltim

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry
Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry
Example 468x60

ReadKaltim.com, Samarinda – Upaya Kalimantan Timur mencapai swasembada pangan dinilai tidak cukup hanya bergantung pada kebijakan tingkat provinsi. Diperlukan kerja bersama yang solid antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota agar target yang dicanangkan benar-benar dapat diwujudkan di lapangan.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, menegaskan bahwa posisi gubernur lebih pada fungsi koordinasi lintas daerah. Sementara itu, kewenangan pengelolaan wilayah dan pelaksanaan teknis program tetap berada di tangan bupati dan wali kota.

Ia menilai, setiap target swasembada pangan yang ditetapkan pemerintah provinsi harus disampaikan secara jelas dan dipahami bersama oleh kepala daerah. Tanpa komunikasi yang intens dan kesepahaman yang sama, program berisiko berjalan sendiri-sendiri dan tidak mencapai hasil maksimal.

“Yang jelas, gubernur menjalankan fungsi koordinatif. Tetapi yang memiliki wilayah adalah bupati dan wali kota,” ujar Sarkowi.

Menurutnya, koordinasi tersebut menjadi kunci agar arah kebijakan provinsi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret di daerah. Kepala daerah, kata dia, perlu menjadikan target swasembada pangan sebagai prioritas bersama, bukan sekadar agenda tambahan.

Sarkowi mengungkapkan bahwa beberapa daerah telah ditetapkan sebagai fokus pengembangan, seperti Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Namun, ke depan masih dibutuhkan pemetaan yang lebih detail untuk wilayah lain yang memiliki potensi serupa.

“Target itu harus bisa di-breakdown. Kira-kira disebar di mana saja, programnya seperti apa, dan itu harus dikoordinasikan secara sangat ketat dengan target yang jelas dan terukur,” jelasnya.

Selain aspek perencanaan, ia juga menyoroti pentingnya penataan anggaran. Sarkowi menilai masih ada alokasi dana yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan upaya swasembada pangan, sehingga perlu dilakukan penyesuaian agar lebih tepat sasaran.

“Anggaran-anggaran yang tidak berkolerasi langsung dengan swasembada pangan mau tidak mau harus dikoreksi. Kita arahkan pada target yang berhubungan langsung, baik dari sisi peralatan, sumber daya manusia, maupun pendukung lainnya,” tegasnya.

Meski demikian, Sarkowi optimistis target swasembada pangan di Kaltim tetap realistis untuk dicapai. Ia menilai pemerintah daerah sebenarnya telah memahami tantangan sektor pertanian, tinggal memperkuat fokus, menyusun program yang terukur, serta memastikan sinergi antarlembaga berjalan dengan baik.

“Saya yakin dengan tipe Pak Gubernur yang kerjanya gaspol, target ini bisa tercapai. Tinggal bagaimana beliau membangun teamwork-nya. Orang-orang di Dinas Pertanian sudah berpengalaman, tinggal membangun solidaritas untuk mengejar target-target tersebut,” tandasnya.

Example 120x600