Example 728x250
Nasional

720 Praja IPDN Dikerahkan ke Aceh Tamiang, Pemulihan Permukiman Satelit Graha Dikebut

75
×

720 Praja IPDN Dikerahkan ke Aceh Tamiang, Pemulihan Permukiman Satelit Graha Dikebut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

READKALTIM.COM – Proses pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dikebut. Ratusan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali diterjunkan dalam gelombang kedua untuk membantu membersihkan kawasan permukiman warga yang terdampak cukup parah, khususnya di Dusun Satelit Graha BTN, Kampung Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru.

Sebanyak 720 praja IPDN diturunkan dengan fokus utama pada pembersihan lumpur, rumah warga, serta saluran drainase di kawasan permukiman padat penduduk. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus mengembalikan aktivitas warga secara normal.

Pengerahan praja IPDN gelombang kedua ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, yang sebelumnya turun langsung meninjau lokasi banjir. Kunjungan tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial, memperlihatkan Wamendagri menyusuri kawasan berlumpur sambil berdialog langsung dengan warga.

Dalam kunjungan itu, Bima Arya menegaskan bahwa pemerintah pusat akan menambah personel praja IPDN guna mempercepat proses penanganan pascabanjir.
“Insyaallah praja IPDN akan kita tambah lagi,” ucap Bima Arya saat berdialog dengan warga.

Koordinasi lapangan turut melibatkan Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Samarinda (HIMAS), Fahrizal S.P., yang juga Ketua IKA Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Bersama Abuavin, tokoh masyarakat dan pemerhati publik Aceh Tamiang, mereka aktif mengawal penanganan banjir sejak tahap awal, khususnya di kawasan Satelit Graha BTN yang menjadi salah satu titik terparah.

Abuavin menyebutkan bahwa pengerahan praja IPDN gelombang kedua telah melalui koordinasi intensif hingga tingkat Kementerian Dalam Negeri dan memperoleh persetujuan langsung dari Wamendagri.

Sementara itu, Kasatgas Penanganan Bencana, Brigjen Pol. Ulung Sampurna Jaya, S.IK., M.H., menjelaskan bahwa para praja IPDN ditargetkan menyelesaikan pembersihan di Dusun Satelit Graha dalam waktu tujuh hari ke depan sebelum melanjutkan ke wilayah permukiman lain yang juga terdampak banjir.

“Hari ini kita turunkan 720 praja IPDN. Target pembersihan di Dusun Satelit Graha kami upayakan rampung dalam tujuh hari, setelah itu akan bergeser ke lokasi lain. Masyarakat Aceh Tamiang harus bangkit, tetap optimis, dan semangat menghadapi kondisi ini,” ujar Brigjen Pol. Ulung kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong selama masa pemulihan pascabencana.

Upaya tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Sejumlah masyarakat mengaku kondisi rumah dan lingkungan mulai membaik setelah dibantu para praja IPDN.

“Terima kasih kepada praja IPDN. Alhamdulillah rumah kami sudah bersih. Semoga semua kerja keras ini menjadi amal ibadah,” ungkap salah seorang warga Satelit Graha.

Abuavin turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri dan Wamendagri Bima Arya Sugiarto atas kepedulian yang ditunjukkan, termasuk pengerahan alat berat dan tambahan personel di lapangan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wamendagri Bima Arya Sugiarto dan Kemendagri atas bantuan 720 praja IPDN gelombang kedua. Secara khusus kami juga mengapresiasi Kasatgas Brigjen Pol. Ulung Sampurna Jaya yang terus hadir dan memotivasi warga. Insyaallah saat Ramadan nanti, kami sudah bisa kembali menempati rumah dengan layak,” ujarnya.

Di sisi lain, Fahrizal S.P. menegaskan bahwa selama dua bulan terakhir pascabanjir, dirinya bersama jejaring HIMAS dan IKA Faperta Unmul terus memfokuskan bantuan kemanusiaan di Aceh Tamiang, dengan prioritas utama wilayah Satelit Graha BTN yang mengalami dampak paling signifikan.

Example 120x600