READKALTIM.COM, JAKARTA – Hilangnya akun Instagram milik pengamat politik Hendri Satrio memicu keprihatinan dari kalangan pegiat pers dan demokrasi. Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa menilai peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa karena menyangkut hak warga negara dalam menyampaikan gagasan dan pandangan di ruang publik.
Menurut Teguh, akun media sosial saat ini telah menjadi salah satu sarana penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, hilangnya akun yang selama ini digunakan Hendri Satrio untuk menyampaikan pemikiran politiknya patut mendapat perhatian serius.
“Saya menyesalkan dan mengecam upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang sampai sejauh ini belum bisa teridentifikasi untuk membungkam saudara Hendri Satrio,” ujar Teguh di Jakarta, Rabu (25/6/2026).
Anggota Dewan Pakar JMSI tersebut selama ini dikenal aktif menyampaikan analisis dan pandangannya melalui berbagai platform digital. Teguh menilai, jika hilangnya akun tersebut memang disebabkan oleh tindakan pihak tertentu, maka hal itu dapat dikategorikan sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi.
Ia menegaskan bahwa ruang demokrasi harus memberi kesempatan yang sama kepada setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, termasuk pandangan yang mungkin berbeda dengan kelompok lain.
“Saya kira dalam ruang demokrasi yang partisipatif, deliberatif, setiap orang itu berhak untuk menyampaikan pandangan apapun yang dia miliki dan menjadi satu kekayaan bagi bangsa kita, jadi sangat disayangkan kalau misalnya ada pihak-pihak yang karena tidak setuju atau karena tidak suka tersinggungan seterusnya merampas hal itu,” ujar Teguh.
Atas peristiwa tersebut, Teguh menyampaikan permintaan agar pihak yang diduga berada di balik hilangnya akun tersebut segera mengembalikannya kepada pemilik yang sah.
“Jadi tolong yang pertama, siapapun yang melakukan pembajakan atau pemberangusan akun Instagram saudara Hendri Satrio itu untuk mengembalikan kepada pemiliknya,” jelas Teguh.
Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan pandangan yang muncul di ruang publik. Menurutnya, keberagaman pemikiran justru menjadi modal penting bagi bangsa untuk terus berkembang.
“Dan yang kedua, saya berharap kita semua masyarakat Indonesia ini semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan-perbedaan pandangan. Bagaimanapun juga kekayaan pandangan kita ini adalah kekuatan utama bangsa Indonesia yang kita butuhkan untuk maju ke depan,” tutup Teguh.
Diketahui, akun Instagram Hendri Satrio dengan nama pengguna @hendri.satrio dilaporkan hilang sejak beberapa pekan terakhir. Muncul dugaan bahwa akun tersebut menghilang setelah mengunggah video yang berisi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab hilangnya akun tersebut.






