Sebagai mahasiswa Kalimantan Timur dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, saya menyampaikan kritik tajam terhadap keberadaan PT BUMNU yang masuk ke sektor pertambangan di Kalimantan Timur.
Ini adalah langkah yang keliru dan jauh dari semangat keberpihakan kepada rakyat. Kalimantan Timur sudah terlalu lama menjadi korban eksploitasi sumber daya alam. Tambang tidak hanya meninggalkan kerusakan lingkungan, tetapi juga banjir, lubang tambang, serta ketimpangan sosial yang nyata dirasakan masyarakat.
Yang paling terdampak dari situasi ini adalah masyarakat akar rumput. Mereka kehilangan ruang hidup, menghadapi rusaknya lingkungan, dan sering kali tidak mendapatkan manfaat yang sebanding dari aktivitas tambang. Dalam situasi seperti ini, masuknya perusahaan yang mengatasnamakan ekonomi umat ke sektor tambang justru menimbulkan pertanyaan besar: keberpihakan ini sebenarnya untuk siapa?
Sebagai kader PMII, saya melihat bahwa langkah ini berpotensi menjauh dari nilai moral perjuangan yang seharusnya membela masyarakat kecil. Alih-alih menghadirkan solusi bagi masyarakat akar rumput, aktivitas tambang justru berisiko memperpanjang pola eksploitasi yang selama ini merugikan daerah dan rakyat Kalimantan Timur
Karena itu, saya menyatakan sikap menolak aktivitas PT BUMNU di sektor pertambangan di Kalimantan Timur. Kritik ini adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai mahasiswa daerah yang tidak ingin tanah kami terus dijadikan objek kepentingan ekonomi yang mengorbankan lingkungan, ruang hidup, dan masa depan masyarakat.
:Opini Syafruddin




