Example 728x250
BalikpapanOlahraga

Porwada IV Kaltim Resmi Dibuka, PWI Dorong Solidaritas dan Prestasi Wartawan

7
×

Porwada IV Kaltim Resmi Dibuka, PWI Dorong Solidaritas dan Prestasi Wartawan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

READKALTIM.ID, BALIKPAPAN – Semangat sportivitas dan persaudaraan mewarnai pembukaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Ajang yang mempertemukan wartawan dari berbagai daerah ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sekaligus menjaring atlet potensial yang akan mewakili Kaltim pada kompetisi tingkat nasional.

Porwada IV Kaltim 2026 resmi dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan persaingan di berbagai cabang olahraga, tetapi juga memberikan ruang bagi insan pers untuk membangun kedekatan di luar aktivitas jurnalistik. Di tengah kesibukan mencari informasi dan menyelesaikan pemberitaan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan ant wartawan lintas media dan daerah.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin, mengatakan Porwada merupakan bagian dari program kerja kepengurusan yang telah dirancang sejak 2024. Pelaksanaan secara rutin menjadi bentuk komitmen organisasi dalam mendorong aktivitas olahraga sekaligus menjaga kebersamaan para wartawan.

Ia menjelaskan, Porwada memiliki dua sasaran utama, yakni mencari atlet berbakat untuk memperkuat kontingen Kaltim pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang digelar setiap tiga tahun dan menjadi wadah silaturahmi bagi pengurus PWI serta wartawan dari seluruh kabupaten dan kota.

Menurut Abdurrahman, persiapan kontingen di masing-masing daerah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi. Melalui proses tersebut, pengurus PWI kabupaten dan kota dapat kembali membangun komunikasi, mengumpulkan anggota, serta meningkatkan keterlibatan wartawan dalam kegiatan organisasi.

“Porwada juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana organisasi PWI di daerah berjalan. Mulai dari ketua mempersiapkan kontingen, mengumpulkan rekan-rekan wartawan, hingga membangun kebersamaan. Semua itu penting untuk memperkuat organisasi di tingkat daerah,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).

Selain mendorong prestasi, Abdurrahman mengingatkan peserta agar tetap mengutamakan keselamatan selama bertanding. Kondisi fisik setiap atlet berbeda sehingga peserta perlu mengenali kemampuan tubuh dan tidak memaksakan diri, terutama pada cabang olahraga yang membutuhkan stamina tinggi seperti futsal, atletik, dan bulu tangkis.

Ia menegaskan, keselamatan harus menjadi prinsip utama dalam setiap pertandingan. “Jika kita memiliki prinsip tidak ada berita seharga nyawa, maka kita juga harus memiliki prinsip tidak ada medali seharga nyawa,” tegasnya.

Abdurrahman turut menjelaskan bahwa Porwada terbuka bagi wartawan, tidak hanya mereka yang tergabung sebagai anggota PWI. Namun, peserta yang bertanding sebagai atlet harus memiliki sertifikat kompetensi atau telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Ketua PWI Kota Balikpapan, Debi Aditya, menilai kegiatan olahraga menjadi sarana penting bagi wartawan untuk menjaga kebugaran di tengah tuntutan pekerjaan yang dinamis. Menurutnya, kesehatan fisik perlu mendapat perhatian agar wartawan dapat menjalankan tugas secara optimal.

Ia berharap Porwada menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarsesama wartawan tanpa terhalang perbedaan media, organisasi, maupun pandangan.

“Wartawan boleh berbeda media, berbeda pemerintahan, dan berbeda pandangan. Namun, di arena Porwada, kita adalah satu keluarga besar insan pers. Menang adalah prestasi, sportivitas adalah kehormatan, dan persaudaraan adalah tujuan utama,” tuturnya.

Kepala Diskominfo Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, juga mengapresiasi penyelenggaraan Porwada. Ia menyebut profesi wartawan membutuhkan kebugaran fisik dan ketajaman berpikir karena harus bergerak cepat mengikuti perkembangan informasi sekaligus menjaga akurasi pemberitaan.

Hasbullah menambahkan, pers memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah. Melalui karya jurnalistik, masyarakat dapat mengetahui kebijakan serta program pemerintah, sementara kritik yang disampaikan wartawan dapat menjadi masukan untuk memperbaiki pelayanan publik.

“Wartawan yang memiliki kondisi fisik prima dan ketajaman berpikir tentu akan lebih optimal dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan objektif. Karena itu, kesadaran mengenai pentingnya olahraga perlu terus tumbuh di kalangan insan pers,” katanya.

Ia berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi kejujuran, menghormati keputusan pertandingan, dan menjaga sportivitas. Menurutnya, hasil pertandingan bukan satu-satunya hal yang perlu dikejar dalam kompetisi.

“Menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam sebuah pertandingan. Namun, persaudaraan dan semangat sportivitas harus tetap menjadi hal yang utama,” pesannya.

Dalam ajang tersebut, PWI Kutai Kartanegara (Kukar) mengirimkan 41 orang kontingen yang akan berkompetisi pada 10 cabang olahraga. Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, mengatakan keikutsertaan mereka bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi juga memperluas silaturahmi dengan wartawan dari berbagai daerah di Kaltim.

Ia menuturkan, kesibukan menjalankan tugas jurnalistik kerap membatasi kesempatan wartawan untuk berkumpul. Karena itu, Porwada menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan membangun kebersamaan di luar pekerjaan.

“Melalui Porwada ini, kami berharap hubungan antarwartawan semakin dekat. Bukan hanya bertemu saat menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga terus menjalin silaturahmi melalui kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Andi berharap seluruh anggota kontingen Kukar dapat mengikuti pertandingan dengan baik, menjaga kesehatan, dan memberikan kemampuan terbaik di setiap cabang olahraga. Ia juga berharap para atlet mampu meraih prestasi dengan tetap mengedepankan kekompakan dan sportivitas.

“Untuk seluruh atlet Kukar, tetap jaga semangat dan kekompakan. Berikan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan. Kami tentu berharap ada prestasi yang bisa dibawa pulang, tetapi yang tidak kalah penting adalah menjaga sportivitas dan kebersamaan,” katanya.

Ia menegaskan, Porwada harus menjadi sarana memperkuat persatuan wartawan di Kaltim, terlepas dari perbedaan media maupun daerah asal.

“Semoga melalui Porwada ini, kita semakin kompak dan saling mengenal satu sama lain. Jangan ada sekat di antara kita hanya karena perbedaan media atau daerah. Kita semua saudara dalam satu profesi. Mari jaga kebersamaan dan terus saling mendukung,” pungkasnya.

Example 120x600