Example 728x250
Diskominfo Kutai Kartanegara

DPMD Kukar Dorong 193 Desa Punya Produk Unggulan Kolaborasi UMKM dan BUMDes

5
×

DPMD Kukar Dorong 193 Desa Punya Produk Unggulan Kolaborasi UMKM dan BUMDes

Sebarkan artikel ini
Kepala DPMD Kukar, Arianto
Kepala DPMD Kukar, Arianto
Example 468x60

READKALTIM.COM, KUTAI KARTANEGARA – Upaya memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal terus dimatangkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara. DPMD menargetkan setiap desa di Kukar memiliki produk unggulan sendiri yang dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.

Strategi ini disiapkan dengan mengoptimalkan kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tujuannya, agar setiap wilayah memiliki identitas produk yang kuat dan bernilai jual tinggi.

DPMD Kukar Fokus Kembangkan Potensi Lokal Desa

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan pihaknya ingin setiap pemerintah desa jeli melihat potensi wilayahnya. Potensi tersebut kemudian diolah menjadi produk unggulan desa Kukar yang berdaya saing.

“Kalau kami di DPMD, bagaimana mendorong pemerintah desa di setiap desa bersama UMKM dan BUMDes yang mereka miliki untuk mempunyai produk-produk unggulan,” kata Arianto.

Ia menjelaskan, produk unggulan tidak hanya soal ciri khas. Lebih dari itu, produk harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa.

Libatkan UMKM dan BUMDes Agar Bernilai Ekonomi

Menurut Arianto, sinergi menjadi kunci. Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan UMKM sebagai produsen dan BUMDes sebagai pengelola usaha desa.

“Produk-produk tersebut nantinya akan kita dorong bersama agar bisa menjadi produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Dengan model kolaborasi ini, produk lokal diharapkan naik kelas. Mulai dari pengemasan, pemasaran, hingga keberlanjutan usaha akan didampingi.

Sasar 20 Kecamatan, 193 Desa dan 44 Kelurahan

Program pengembangan produk unggulan desa Kukar ini akan digulirkan secara merata. Tidak hanya di wilayah kota, tetapi menyasar seluruh kecamatan.

Arianto memastikan program ini akan menjangkau seluruh wilayah administratif di Kukar.

“Program ini nantinya akan dilaksanakan di 20 kecamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, total ada 193 desa dan 44 kelurahan yang akan didorong untuk ikut serta. Setiap desa dan kelurahan diminta melakukan pemetaan potensi untuk menemukan produk unggulan yang paling sesuai dengan karakteristik daerahnya.

“Dari 193 desa dan 44 kelurahan, kita akan mendorong agar masing-masing wilayah dapat mengembangkan potensi dan produk unggulannya,” pungkasnya.

Penulis: RREditor: RR
Example 120x600