READKALTUM.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim) mendeklarasikan pembentukan Rayon Persiapan Frekuensi pada 24–25 Oktober 2026 di Pantai Tanah Merah, Samboja, Kalimantan Timur. Deklarasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas basis organisasi sekaligus memperkuat sistem kaderisasi di lingkungan kampus.
Kegiatan deklarasi yang dihadiri sekitar 40 mahasiswa ini turut disaksikan oleh Wakil Ketua I Bidang Kaderisasi PMII Cabang Kota Samarinda beserta jajaran, serta sejumlah senior PMII Komisariat UNU Kaltim.
Pembentukan Rayon Persiapan Frekuensi dilatarbelakangi oleh perkembangan jumlah kader di lingkungan Komisariat UNU Kaltim yang dinilai semakin meningkat. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi komisariat untuk melakukan pengembangan organisasi melalui pembentukan rayon sebagai basis kaderisasi yang lebih terarah dan terstruktur.
Ketua PMII Komisariat UNU Kaltim, Dicky Cahyadi, menyampaikan bahwa pembentukan Rayon Persiapan Frekuensi bukan sekadar penambahan struktur organisasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi pergerakan dan memastikan keberlanjutan regenerasi kader.
Menurutnya, keberadaan rayon diharapkan mampu menjadi ruang berhimpun, bertumbuh, dan berproses bagi kader PMII, sekaligus mempererat solidaritas serta kekompakan dalam menjalankan roda organisasi.
“Pembentukan Rayon Persiapan Frekuensi ini merupakan bentuk penguatan kaderisasi di lingkungan Komisariat UNU Kaltim. Kami berharap melalui rayon ini, proses regenerasi kader dapat berjalan lebih baik, solidaritas semakin kuat, dan semangat kolektif dalam pergerakan semakin terbangun,” ungkapnya.
Lebih jauh, pembentukan rayon ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan partisipasi kader dalam berbagai aktivitas organisasi, baik dalam pengembangan kapasitas intelektual, penguatan ideologi, maupun pengabdian sosial.
Kehadiran Rayon Persiapan Frekuensi juga menjadi bagian dari komitmen PMII Komisariat UNU Kaltim untuk membangun organisasi yang lebih progresif melalui penguatan struktur, pemerataan kaderisasi, dan perluasan ruang gerak mahasiswa.
Dengan deklarasi tersebut, PMII Komisariat UNU Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan organisasi dan mencetak kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, integritas, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan kemasyarakatan.
Rayon Persiapan Frekuensi diharapkan tidak berhenti pada momentum deklarasi, tetapi mampu tumbuh menjadi ruang kaderisasi yang produktif dan melahirkan generasi baru pergerakan di lingkungan UNU Kaltim.









