Example 728x250
Paser

PMII Paser Bangun Ruang Diskusi Literasi, Libatkan OPD dan Puluhan Peserta dari Beragam Latar

72
×

PMII Paser Bangun Ruang Diskusi Literasi, Libatkan OPD dan Puluhan Peserta dari Beragam Latar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ReadKaltim.com, Paser – Upaya membangkitkan kembali budaya literasi di tengah masyarakat terus dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Paser. Melalui program bertajuk Hangout Bareng, PMII Paser menghadirkan ruang diskusi terbuka yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Perpustakaan Daerah Kabupaten Paser, Senin (26/1/2026).

Kegiatan ini berhasil menarik perhatian sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, organisasi kepemudaan, kelompok posyandu, hingga masyarakat umum. Selain menjadi forum diskusi, agenda tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan pendataan peserta sebagai anggota resmi perpustakaan daerah.

Tiga OPD turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yakni Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostaper), serta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser. Diskominfostaper diwakili oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Asnan Latief, sementara Disporapar diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kepemudaan, Agus Epriyanto.

Dalam sambutannya, Asnan Latief menilai kegiatan literasi yang digagas PMII Paser sebagai langkah positif di tengah tantangan era digital. Ia mengingatkan pentingnya kecakapan literasi digital agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam arus informasi yang kian deras di media sosial.

“Kami sangat mengapresiasi anak-anak muda yang peduli terhadap literasi. Saat ini tantangan kita bukan hanya membaca, tetapi juga memahami dan menyaring informasi. Jika dulu dikenal pepatah mulutmu harimaumu, kini jarimu harimaumu,” ungkap Asnan.

Sementara itu, Agus Epriyanto menegaskan komitmen Disporapar Kabupaten Paser dalam mendukung berbagai program kepemudaan. Menurutnya, selama kegiatan tersebut berorientasi pada pengembangan kapasitas generasi muda, pihaknya siap memberikan dukungan dan fasilitasi.

“Program yang berkaitan dengan kepemudaan, termasuk literasi seperti yang dilaksanakan PMII Paser ini, tentu akan kami dukung penuh,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu oleh Sahnaz Fadila berlangsung dinamis dengan keterlibatan aktif peserta. Para narasumber, yakni Kasrani, Rofi’i, dan Dodi Wahyudi, sepakat bahwa meskipun kondisi literasi saat ini menghadapi tantangan dan penurunan minat baca, masih terdapat harapan besar jika anak muda mengambil peran sebagai penggerak.

Menurut para pembicara, keberadaan ruang diskusi seperti ini menjadi bukti bahwa literasi tidak sepenuhnya mati, melainkan membutuhkan stimulus dan konsistensi agar kembali tumbuh di tengah masyarakat.

Ketua PC PMII Paser, Yarahman, selaku penggagas kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya diskusi literasi tersebut. Ia menilai persoalan literasi tidak bisa diselesaikan oleh satu kelompok saja, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas elemen.

“Literasi bukan hanya urusan mahasiswa atau pelajar. Ini persoalan bersama. Saya melihat ruang diskusi di Paser mulai sepi dan minat baca menurun. Kegiatan ini kami harapkan bisa menjadi pemantik awal untuk menghidupkan kembali kesadaran literasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan Hangout Bareng ini, PMII Paser berharap tercipta sinergi antara organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kabupaten Paser.

Example 120x600