Example 728x250
PolitikSamarinda

Ramadan Jadi Ruang Refleksi Politik, Syafruddin Soroti Isu Global hingga Defisit Anggaran

17
×

Ramadan Jadi Ruang Refleksi Politik, Syafruddin Soroti Isu Global hingga Defisit Anggaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ReadKaltim.com, Samarinda – Momentum Ramadan dimanfaatkan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur yang juga anggota DPR RI, Syafruddin, untuk menyampaikan sejumlah pandangan terkait dinamika politik, ekonomi, dan kebijakan publik. Hal itu disampaikan dalam agenda buka puasa bersama yang dihadiri berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat dan jurnalis di Samarinda.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung berbagai isu yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari dinamika global hingga kondisi fiskal daerah. Menurutnya, perkembangan situasi internasional saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki dampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di berbagai negara.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap konflik global. Jika perang meluas, dampaknya bukan hanya pada negara yang berperang, tetapi juga bisa menyentuh ekonomi, lingkungan, bahkan kesehatan masyarakat dunia.” ujar Syafruddin, Senin (02/03/2026)

Selain isu global, ia juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang tengah menghadapi tekanan akibat defisit anggaran. Ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu bersikap hati-hati dalam mengelola fiskal agar tidak membebani keuangan daerah di masa depan.

“Dengan defisit beberapa triliun rupiah, pemerintah harus sangat berhati-hati. Beban utang yang besar jangan sampai membatasi ruang fiskal untuk kepentingan rakyat.” tambahnya.

Syafruddin juga menyinggung polemik pengadaan mobil dinas yang menjadi perhatian publik belakangan ini. Ia menilai bahwa dalam situasi efisiensi anggaran, pemerintah perlu memastikan prioritas belanja benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat.

“Di tengah efisiensi anggaran, kita harus bertanya: mana yang benar-benar prioritas? Jangan sampai belanja yang kurang mendesak justru mengalahkan kebutuhan dasar masyarakat.” imbuhnya.

Lebih jauh, ia meminta seluruh kader PKB untuk mengawal proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara serius dan terbuka. Transparansi, menurutnya, menjadi kunci agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Saya minta seluruh kader PKB membahas APBD dengan cermat dan transparan. Setiap rupiah yang dibelanjakan adalah uang rakyat. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi.” katanya.

Menjelang kontestasi politik yang akan datang, Syafruddin juga mengingatkan kader partainya bahwa waktu menuju pemilu semakin dekat. Ia menekankan pentingnya memperkuat kerja politik yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Waktu menuju pemilu tinggal kurang dari tiga tahun. Itu bukan waktu yang panjang. Kita harus bekerja lebih keras, memangkas jarak dengan rakyat, dan memastikan pelayanan benar-benar dirasakan.” tegasnya.

Melalui momentum Ramadan tersebut, Syafruddin berharap silaturahmi yang terjalin tidak hanya mempererat hubungan antar elemen masyarakat, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen dalam memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kebijakan yang lebih berpihak dan transparan.

Example 120x600