Readkaltim.com, Samarinda – DPRD Kota Samarinda meminta arah kebijakan belanja dalam penyusunan APBD 2027 lebih berorientasi pada program yang mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Anggaran daerah dinilai tidak cukup hanya terserap, tetapi harus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pencapaian sasaran pembangunan.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan perencanaan belanja daerah perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan dampak setiap program terhadap perekonomian dan kemampuan fiskal daerah. Menurutnya, anggaran harus ditempatkan pada sektor yang memiliki peluang pertumbuhan serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia menilai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga perlu diarahkan agar mampu menjalankan program yang tidak sekadar memenuhi kebutuhan administrasi pemerintahan, tetapi turut menciptakan aktivitas ekonomi baru dan memperkuat sumber-sumber pendapatan daerah.
“Belanja daerah harus mampu menjadi instrumen yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, alokasi anggaran perlu diarahkan pada sektor-sektor yang produktif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan daerah,” jelas Abdul Rohim, Senin (10/08/2026).
Abdul Rohim menambahkan, penyusunan APBD harus memiliki keterkaitan yang jelas antara sisi pendapatan, belanja, dan prioritas pembangunan. Setiap program yang mendapatkan dukungan anggaran perlu ditempatkan dalam kerangka perencanaan daerah sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri.
Menurutnya, sinkronisasi tersebut penting agar penggunaan anggaran benar-benar mendukung target pembangunan yang telah ditetapkan. Dengan perencanaan yang terarah, pemerintah daerah dapat memastikan setiap rupiah dalam APBD memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat dan daerah.
“Semua harus saling mendukung dan sejalan dengan target pembangunan yang sudah direncanakan. Dengan begitu, tujuan pembangunan daerah dapat dicapai secara lebih efektif,” tandasnya.






